PANDUAN DISCOVER 3
APAKAH KEHIDUPAN SAYA BERARTI BAGI TUHAN?
Pada beberapa pagi, dunia tampaknya seperti surga. Anda bangun pagi, bernafas
panjang di dekat jendela, dan melihat ke luar kepada sinar matahari keemasan
terpantul di pepohonan, lembar demi lembar daun. Beberapa saat membuat kehidupan
sedemikian berharga: wajah seorang yang dikasihi ketika anda mengucapkan selamat
tinggal, gubahan musik yang sesuai dengan suasana hati anda, kasih tak terduga
dari seorang anak kecil. Akan tetapi pada kesempatan pagi lainnya, dunia tampaknya
tempat mengerikan. And bangun pagi membaca halaman depan koran dan terkejut
dengan pengeboman oleh teroris yang membutakan atau mencederai anak kecil, dan
satu lagi pembunuh berantai mengaku pembunuhan ke-sepuluh, kelaparan atau banjir
atau perang atau gempa bumi. inilah saat-saat ketika tidak ada sesuatupun yang
masuk akal, tidak ada yang adil. Apakah arti semua ini? Dapatkah kita mengerti
dunia kita yang menyenangkan dan mengerikan ini? Di manakah kita berada? Apakah
kehidupan saya benar-berar berarti bagi Tuhan ataukah saya hanya satu bagian
kecil tidak penting di dalam suatu mesin kosmik yang maha besar?
1. TUHAN MENCIPTAKAN DUNIA YANG SEMPURNA
Tuhan adalah Sang Pencipta, arsitek dan perancang dari segala sesuatu mulai
dari supernova hingga sayap kupu-kupu. "Oleh firman Tuhan langit telah
dijadikan, oleh nafas dari mulutNya segala tentaraNya
Sebab Dia berfirman,
maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada." Mazmur 33:6-9.
(Kecuali dinyatakan secara khusus, semua ayat Alkitab di dalam panduan DISCOVER
ini berasal dari Alkitab Berbahasa Indonesia terjemahan baru, terbitan Lembaga
Alkitab Indonesia). Tuhan hanya perlu berforman dan semua unsur mentaati kehendakNya.
2. ENAM HARI UNTUK MENCIPTAKAN DUNIA KITA
"Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala
isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati
hari Sabat dan menguduskannya." Keluaran 20:11. Pencipta yang Mahakuasa
dan abadi dapat saja membentuk dunia dalam sekejap "dengan nafas dari mulutNya."
Namun Tuhan memilih untuk mengerjakannya dalam enam hari-- enam menit, atau
bahkan enam detik pasti cukup. Bab pertama di dalam Alkitab, Kejadian 1, menggambarkan
apa yang diciptakan Tuhan setiap hari sepanjang minggu penciptaan itu. apakah
karya puncak yang diciptakan Tuhan pada hari keenam? "MAKA TUHAN MENCIPTAKAN
MANUSIA ITU MENURUT GAMBARNYA,menurut gambar Allah diciptakanNya dia, LAKI-LAKI
DAN PEREMPUAN DICIPTAKANNYA MEREKA." Kejadian 1:27. Tuhan memutuskan untuk
menciptakan individu seperti Dia yang dapat bernalar dan merasakan dan mencintai.
Setiap orang adalah diciptakan menurut gambar Allah. Pada hari keenam, dunia
telah dipenuhi dengan tanaman dan binatang, dan kemudian Tuhan memperkenalkan
karya puncak penciptaanNya. Menurut Kejadian 2:7, Tuhan Yang Mahakuasa membentuk
tubuh Adam dari debu tanah. Maka ketika Tuhan menghembuskan nafas kehidupan
ke dalam hidungnya, manusia menjadi manusia hidup, artinya, ia hidup. Tuhan
menamakan manusia lelaki pertama yang diciptakanNya menurut gambarNya itu Adam,
kata yang berarti "manusia", dan perempuan pertama, Hawa,yang berarti
"hidup" (2:20; 3:20). Pencipta yang pengasih melihat kebutuhan manusia
akan teman. Masih segar dari tangan Tuhan, Adam dan Hawa keduanya mencerminkan
gambarNya. Tuhan dapat saja memprogram makhluk seperti robot yang berjalan dengan
patuh di Taman Eden dan menaikkan suara pujian kepadaNya. Namun Tuhan menginginkan
lebih dari itu: hubungan yang nyata. Robot dapat tersenyum, berbicara, bahkan
mencuci piring, tetapi tidak dapat mencintai. Tuhan menciptakan kita serupa
dengan gambarNya, dengan kemampuan untuk berpikir dan memilih, dan mengingat,
mengerti dan mencintai. Adam dan Hawa adalah anak-anak Tuhan, dan sangat berharga
bagiNya.
MINGGU PENCIPTAAN
Hari pertama: terang: pergantian siang dan malam
Hari kedua: atmosfer bumi
Hari ketiga: daratan dan tetumbuhan
Hari keempat: matahari dan bulan muncul
Hari kelima: burung dan ikan
Hari keenam: binatang daratan dan manusia
Hari ketujuh: hari Sabat
3. KEJAHATAN MASUK KE DALAM DUNIA YANG SEMPURNA
Adam dan Hawa memiliki segala sesuatu yang membuat mereka bahagia. Mereka menikmati
kesehatan fisik dan mental yang sempurna, hidup di rumah taman yang indah di
dunia tanpa cacat (Kejadian 2:8; 1:28-31). Tuhan menjanjikan anak-anak dan kemampuan
untuk berpikir kreatif, dan menemukan kepuasan di dalam pekerjaan tangan mereka
(Kejadian 1:28; 2:15). Mereka mengalami persekutuan muka dengan muka dengan
Pencipta mereka. Tidak ada jejak kekhawatiran, ketakutan, atau kesakitan yang
menodai hari-hari mereka yang cerah. Bagaimana dunia dapat berubah sedemikian
drastis menjadi tempat penderitaan dan tragedi? Bab kedua dan ketiga dari buku
Kejadian menceritakan kisah keseluruhan tentang bagaimana dosa masuk ke dalam
dunia kita. Bacalah ketika anda sempat. Berikut ini adalah ringkasan singkat
dari isinya. Beberapa waktu setelah Tuhan menciptakan dunia yang sempurna, Iblis
datang ke dalam Taman Eden untuk mencobai Adam dan Hawa agar melanggar perintah
Penciptanya. Tuhan membatasi ruang gerak pengaruh Iblis pada satu pohon di dalam
taman, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dan ia memperingatkan
pasangan manusia pertama untuk menjauh dari pohon itu dan tidak memakan buahnya,
atau mereka akan mati. Namun suatu hari Hawa berjalan di sekitar pohon terlarang
itu. Iblis segera bersiap memamerkan dagangannya. Ia mengatakan bahwa Tuhan
telah berbohong kepada Hawa dan jika ia makan buah pohon itu, ia tidak akan
mati, tetapi menjadi bijaksana seperti Tuhan Sendiri, mengetahui yang baik dan
yang jahat. Tragisnya, Hawa, dan kemudian Adam. Yang hanya mengetahui yang baik,
membiarkan Iblis membohongi mereka, dan mereka makan buah terlarang itu--yakni,
memutuskan ikatan kepercayaan dan ketaatan kepada Tuhan. Tuhan merencanakan
agar Adam dan Hawa "berkuasa" atas dunia sebagai pemelihara dari karya
ciptaan Tuhan (Kejadian 1:26). Namun karena mereka memutuskan kepercayaan kepada
Tuhan dan memilih Iblis sebagai pemimpin baru mereka, pasangan ini kehilangan
kekuasaan mereka. Sekarang ini, Iblis mengakui dunia sebagai miliknya dan mencoba
sebisanya untuk memperbudak manusia di dalamnya. Ada banyak saat ketika kita
menemukan diri melakukan sesuatu karena cinta diri atau bahkan sesuatu yang
kejam ketika kita ingin melakukan sebaliknya. Mengapa? Karena musuh yang tidak
tampak, Iblis, yang bekerja keras membuat orang gagal secara moral. Ketika anda
membaca bab 3 dari buku Kejadian, anda akan menemukan bahwa dosa menyebabkan
Adam dan Hawa bersembunyi dari Tuhan karena takut. Dosa mempengaruhi semua ciptaan.
Duri muncul di samping bunga. Tanah menderita kekeringan, dan pekerjaan menjadi
sebuah beban. Penyakit mulai menyerang tanpa pandang bulu. Iri hati, kebencian,
dan tamak melipatgandakan penderitaan manusia. Yang paling mengerikan, bersama
dosa datang kematian!
4. SIAPAKAH IBLIS INI YANG MENJANGKITI DUNIA KITA DENGAN DOSA?
Ia adalah PEMBUNUH MANUSIA SEJAK SEMULA dan tidak hidup dalam kebenaran. Apabila
ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta
dan BAPA SEGALA DUSTA. Yohanes 8:44. Menurut Yesus, Iblis adalah asal mula dosa
di jagat raya, dan "bapa" dari dosa dan juga pembunuhan dan dusta.
Thomas Carlyle, filsuf Inggris yang terkenal, pernah mengajak Ralph Waldo Emerson
berjalan sepanjang jalan terburuk di Ujung Timur London. Sementara mereka berjalan,
diam-diam mereka memperhatikan keburukan dan kejahatan di sekitar mereka, Carlyle
akhirnya bertanya, "Apakah sekarang anda percaya kepada Iblis?
5. APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN IBLIS?
Tidak! Tuhan yang baik tidak akan menciptakan Iblis. Namun Alkitab mengatakan
bahwa Iblis, dan malaikat-malaikat yang telah ditipunya, kehilangan tempat mereka
di surga dan datang ke dalam dunia kita. "Maka timbullah peperangan di
surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga
itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka
tidak mendapat tempat lagi di surga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut
Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan
ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya." Wahyu 12:7-9. Bagaimanakah
Iblis bisa berada di surga sebelumnya?
"Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah
Kuberikan
tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada;
ENGKAU
TIDAK BERCELA DI DALAM TINGKAH LAKUMU sejak HARI PENCIPTAANMU sampai TERDAPAT
KECURANGAN PADAMU." Yehezkiel 28:14, 15. Tuhan tidak menciptakan Iblis,
Ia menciptakan Lusifer, malaikat yang sempurna, salah satu pemimpin malaikat
di surga, yang berdiri dekat takhta Allah. Namun ia berdosa, terdapat kecurangan"
padanya. Setelah dibuang dari surga, dan tampil sebagai teman bagi Adam dan
Hawa, ia menjadi musuh mematikan bagi manusia.
6. MENGAPA LUSIFER, MALAIKAT SEMPURNA INI, BERDOSA?
"Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit,
aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah,
hendak
menyamai Yang Mahatinggi." Yesaya 14:12-14. Makhluk yang menjadi Iblis
pada mulanya disebut Lusifer, berarti bintang timur, putera fajar. Di dalam
hati malaikat ini, keangkuhan dan ambisi mulai mengambil alih penyembahan. Bibit
kebanggaan bertumbuh menjadi keingingan untuk mengambil alih tempat Tuhan. Lusifer
pasti telah bekerja keras membujuk makhluk surwa lainnya. Adalah mudah untuk
membayangkan setan berdebat bahwa Tuhan menyembunyikan sesuatu dari mereka,
dan bahwa hukum ilahi adalah terlalu membatasi, dan bahwa Tuhan adalah penguasa
yang tidak peduli. Ia mencemooh Seseorang yang wataknya adalah kasih. Bagaimana
pertentangan ini dipecahkan?
"Engkau sombong karena kecantikanmu
ke bumi kau Kulempar." Yehezkiel
28:17. Keangkuhan mengubah pemimpin malaikat menjadi Iblis atau setan. Dan untuk
dapat menjaga kedamaian dan keselarasan di surga, ia dan sepertiga malaikat
di surga yang mengikut dia dalam pemberontakan, harus dibuang (Wahyu 12:4, 7-9).
7. SIAPAKAH YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP DOSA?
Mengapa Tuhan tidak menciptakan makhluk yang tidak dapat berbuat dosa? Jika
demikian, tidak akan ada masalah kejahatan di dunia kita. Tetapi Tuhan menginginkan
agar manusia dapat memiliki hubungan bermakna. Maka "Allah menciptakan
manusia itu menurut gambarNya" (Kejadian 1:27). Ini berarti bahwa kita
adalah bebas dan bertanggung jawab. Kita dapat memutuskan untuk mengasihi Tuhan
atau berbalik daripadaNya. Tuhan memberikan malaikat dan manusia sepanjang zaman,
watak rohani dan kemampuan untuk membuat keputusan nyata. "Pilihlah pada
hari ini kepada siapa kamu akan beribadah" Yoshua 24:15. Tuhan menantang
makhluk ciptaan dalam gambarNya untuk memilih berbuat yang benar karena kekuatan
bernalar mereka mengatakan bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik. Dan untuk
berbalik dari kejahatan karena kekuatan bernalar mereka memperingatkan akan
akibat ketidaktaatan dan dosa. Hanya makhluk yang memiliki kekuatan untuk bernalar
dan memilih yang dapat mengalami kasih yang sesungguhnya. Tuhan merindukan untuk
menciptakan individu yang dapat mengerti dan menghargai watakNya, yang secara
bebas menanggapi Dia di dalam kasih, dan diisi dengan kasih kepada sesama. Tuhan
sangat ingin berbagi kasihNya sehingga Ia rela mengambil resiko sedemikian besar
dalam menciptakan malaikat dan manusia dengan kekuasaan untuk membuat pilihan.
Ia mengetahui bahwa sangat mungkin pada suatau hari salah satu makhluk ciptaanNya
akan memilih tidak melayani Dia. Iblis adalah makhluk pertama di jagat raya
yang membuat pilihan mengerikan itu. tragedi dosa mulai dari dia (Yohanes 8:44,
1 Yohanes 3:8).
8. KAYU SALIB MEMUNGKINKAN PENGHANCURAN DOSA
Mengapa Tuhan tidak menghancurkan Lusifer sebelum penyakit dosanya menyebar?
Lusifer telah menantang keadilah pemerintahan Tuhan. ia telah berdusta tentang
Tuhan. Jikalau Tuhan menghancurkan Lusifer pada saat itu, para malaikat akan
mulai melayani Dia karena takut daripada karena kasih. Ini akan mengalahkan
tujuan Tuhan dalam menciptakan makhluk dengan kuasa memilih. Bagaimana seseorang
dapat mengetahui bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik? Tuhan memberi setan
kesempatan untuk menunjukkan sistem alternatifnya. Inilah sebabnya ia diberi
kesempatan untuk mencobai Adam dan Hawa. Planet ini telah menjadi arena percobaan
ketika sifat setan dan ciri pemerintahannya dilawankan dengan watak Tuhan dan
ciri pemerintahanNya. Siapakah yang benar? Siapakah yang akhirnya dapat kita
percaya? Sedemikian penuh tipu daya si Lusifer, sehingga perlu waktu bagi makhluk
hidup di jagat raya untuk benar-benar diyakinkan betapa menghancurkan alternatif
dari setan sebenarnya. Namun pada akhirnya setiap orang akan melihat bahwa "upah
dosa ialah maut" dan bahwa "karunia Allah adalah hidup yang kekal
dalam Kristus Yesus Tuhan kita" (Roma 6:23). Setiap makhluk di jagat raya
setuju bahwa:
"Besar dan ajaib segala pekerjaanMu ya Tuhan Allah, Yang Mahakuasa! Adil
dan benar segala jalanMu, ya Raja segala bangsa
karena semua bangsa akan
datang dn sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakimanMu."
Wahyu 15:3, 4. Setelah setiap orang mengerti sifat dosa yang mematikan dan sifat
falsafah setan yang merusak, Tuhan dapat menghancurkan setan dan dosa. Ia juga
akan menghancurkan orang-orang yang dengan keras kepala menolak karuniaNya dan
memegang erat pilihan setan. Tuhan itu sangat ingin menyelesaikan masalah dosa
dan penderitaan sama seperti kita menginginkan agar Dia melakukannya. Namun
ia menunggu sampai ia dapat melaksakannya untuk selamanya, dan sampai Ia dapat
mempertahankan kehendak bebas kita dan mencegah kejahatan muncul kembali. Tuhan
telah menjanjikan untuk menghancurkan setan selamanya dengan menyucikan surga
dan bumi ini dengan api. Dalam menepati janjinya, kita dpat menantikan langit
dan bumi yang baru, rumah kediaman bagi orang yang benar. 2 Petrus 3:10, 13).
Dosa tidak akan lagi menjangkiti jagat raya. Akibat dosa yang tragis akan tampak
sangat jelas bahwa pelanggaran akan kehendak Allah tampaknya tidak menarik lagi
di dalam kekekalan. Siapakah yang memungkinkan penghancuran akhir dari setan
dan dosa? "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging,
maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka,
supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas
maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya
berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut." Ibrani 2:14,
15. Di kayu salib para malaikat dan dunia yang tidak berdosa melihat setan apa
adanya, pendusta, pembohong, pembunuh. Di sana ia menyatakan watak aslinya dengan
membujuk orang untuk membunuh Anak Tuhan yang tidak berdosa. Penghuni jagat
raya melihat betapa jahat dan tidak berbelas kasihan dosa itu. Kayu salib membuka
sepenuhnya motif setan, dan ketika Tuhan menghancurkan setan dan orang-orang
yang bertahan di dalam dosa, semua akan mengakui bahwa Tuhan adalah adil. Kematian
Yesus di kayu salib menampilkan maksud setan yang sesungguhnya terhadap semua
makhluk ciptaan (Yohanes 12:31, 32). Kayu salib juga menyatakan Kristus apa
adanya, yaitu Juruselamat dunia. Di Golgota kuasa kasih menang melawan kecintaan
kepada kekuasaan. Kayu salib menyatakan, tanpa diragukan lagi, bahwa hanya kasih
yang penuh pengorbananlah yang memotivasi Tuhan dalam menangani setahm dosa,
dan orang-orang berdosa. di kayu salib, pernyataan Kristus yang tentang kasih
Tuhan yang tanpa syarat telah mengalahkan Iblis. Perang adalah tentang siapa
yang harus memimpin dunia, Kristus atau setan. Dan kayu salib telah memecahkan
semuanya. Kristuslah yang harus memimpin dunia. Sudahkah anda menemukan hubungan
dengan sang Juruselamat yang mati untuk menyatakan kasihNya yang tetap dan tanpa
tandingan? Bagaimana menurut anda Dia yang datang ke dunia kita sebagai manusia
dan mati menggantikan kita untuk menyelamatkan anda dari akibat dosa? Apakah
anda akan menundukkan kepala sekarang dan berterima kasih kepada Yesus, dan
kemudian meminta Dia untuk masuk dan menguasai hidup kita?
Hak cipta _ 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053
Lembar Jawaban
|