|
PANDUAN DISCOVER 19
MEMASUKI KEHIDUPAN KRISTEN
Ini adalah sebuah surat yang menggetarkan dari salah satu wakil sekolah Alkitab
kami di Afrika. Lima tahun yang lalu saya menerima permintaan dari The Voice
of Prophecy (Suara Nubuatan) untuk mengunjungi seorang tahanan yang menjadi
murid sekolah korespondensi Alkitab. Saya menunjukkan surat permintaan tersebut
kepada otoritas penjara yang dengan senang hati memberikan ijin. Karena murid
tersebut mempunyai keinginan yang dalam untuk mempelajari Alkitab, sayang mengunjunginya
secara teratur. Kira-kira 6 bulan setelah kunjungan pertama saya, ia memimnta
untuk dibaptis dan bergabung di gereja. Pihak yang berwenang setuju untuk menyediakan
fasilitas sehingga pembaptisan dapat dilakukan di penjara. Para sipir penjara
dan narapidana yang lain berkumpul untuk menyaksikan salah satu dari baptisan
yang paling menyentuh yang pernah saya lakukan. Tak lama setelah ini, saudara
kita dibebaskan dari penjara, walaupun ia masih memiliki sisa masa tahanan yang
cukup lama. Ketika saya bertanya mengapa, jawaban yang saya terima adalah bahwa
hidupnya telah beruba secara drastis, dan ia telah menjadi seorang saksi bagi
Juru Selamatnya dan kepercayaannya sedemikian sehingga ia tidak dapat lagi dianggap
narapidana, ataupun diperlakukan demikian. Orang ini telah disatukan dengan
keluarganya dan sekarang telah menjadi seorang pemimpin di dalam salah satu
persekutuan besar kami.
1. APA ARTI BAPTISAN?
Ketika narapidana ini menjadi seorang Kristen dan hidupnya telah berubah sepenuhnya,
mengapa begitu penting baginya untuk dibaptis? Di dalam percakapan dengan Nikodemus,
seorang ketua kelompok yang datang kepada Yesus pada malam hari, Yesus mengatakan
secara jelas mengenai pentingnya dan arti dari baptisan: Tidak seorangpun dapat
melihat kerajaan Allah kecuali ia dilahirkan kembali
..kecuali ia dilahirkan
dari air dan Roh Kudus - Yoh. 3:3-5 (Kecuali dituliskan secara khusus, semua
ayat-ayat Alkitab di dalam Panduan DISCOVER ini diambil dari Alkitab terjemahan
bahasa Indonesia, terbitan Lembaga Alkitab Indonesia). Dengan demikian menurut
Yesus kita harus dilahirkan dari air dan Roh Kudus. Dilahirkan dari Roh Kudus
menandakan memasuki kehidupan baru dengan mengalami perubahan pikiran dan hati.
Karena memasuki kerajaan Allah menyangkut suatu jenis eksistensi yang baru seluruhnya,
bukan hanya menambal sulam hidup yang lama, yang disebut lahir baru. Baptisan
air adalah potret simbolik yang kelihatan dari perubahan di dalam. Wakil kami
membaptis narapidana sebagai pengakuan komitmennya terhadap Kristus dan sebagai
simbol dari transformasi Roh Kudus yang telah dimulai pada karakternya.
2. MENGAPA SAYA HARUS DIBAPTIS?
Keselamatan kita berkisar seputar tiga tindakan besar Kristus: "Kristus
MATI untuk dosa-dosa kita sesuai dengan yang tertulis dalam Alkitab,
..ia
DIKUBURKAN,
.ia DIBANGKITKAN pada hari ketiga sesuai dengan Alkitab".
1 Korintus 15:3,4. Kristus memungkinkan adanya keselamatan melalui kematian,
penguburan, dankebangkitanNya. Tidakkah engkau tahu bahwa kita semua yang dibaptis
dalam Yesus Kristus DIBAPTISKAN DALAM KEMATIANNYA? Oleh karena itu kita DIKUBURKAN
BERSAMANYA MELALUI BAPTISAN dalam kematian agar supaya, SAMA SEPERTI KRISTUS
TELAH DIBANGKITKAN DARI KEMATIAN melalui kemuliaan Bapa, KITA PUN DAPAT HIDUP
DENGAN HIDUP BARU." Roma 6:3,4. Kristus mati untuk dosa-dosa kita, dikuburkan,
dan bangkit dari kubur untuk memberi kita hidup baru di dalam kebenaran. Dengan
dibaptis kita sebenarnya telah berpartisipasi dalam kematian, penguburan, dan
kebangkitan Yesus. Baptisan berarti kita telah mati terhadap dosa bersama Kristus,
menguburkan kehidupan lama yang penuh dosa bersama Kristus, dan kita bangkit
untuk hidup baru di dalam Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus menjadi
kematian dan kebangkitan kita. Tuhan Allah dapat membuat kita mati terhadap
dosa, sama seperti jika kita disalibkan. Ia dapat membuat kita hidup di dalam
Roh Kudus, sama seperti jika kita dibangkitkan dari kematian. Tindakan fisik
dari baptisan secara jelas menunjukkan langkah-langkah perubahan. Pertama, kita
diturunkan ke dalam air, kita dibenamkan seluruhnya, seperti orang yang telah
mati diturunkan ke dalam kubur dan ditutup. Ini menyatakan bahwa kita bersedia
mati dengan Kristus dan menguburkan gaya hidup kita yang lama. Baptisan adalah
penguburan, suatu perpisahan resmi terhadap suatu keberadaan yang didominasi
oleh dosa. Kemudian, kita diangkat keluar dari air oleh orang yang membaptis,
sama seperti seseorang dibangkitkan dari kubur. Ini menyatakan bahwa kita adalah
ciptaan yang baru, seluruhnya diberikan kepada hidup baru yang Tuhan berikan
untuk kita. Hanya pembenaman yang dapat mengilustrasikan secara akurat arti
sebenarnya dari baptisan--kematian, penguburan, dan kelahiran baru. Baptisan
dengan siraman tidak memberi simbol yang cukup mengenai lahir baru. Apa arti
sebenarnya mati bersama Kristus? "Karena kita tahu bahwa manusia lama kita
telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan
kita menghambakan diri lagi kepada dosa. "- Roma 6:6. Baptisan menyatakan
secara lahiriah apa yang harus dilakukan seseorang dari dalam: menyerahkan segalanya
kepada Kristus. Jika kita menyimpan segalanya dari Allah, demikian kita akan
tetap "menghambakan diri kepada dosa". Ketika kita berserah sepenuhnya
kepada Kristus, keinginan-keinginan dosa kita akan "hilang kuasanya",
dan perubahan kita dimulai. Siapakah yang bertanggung jawab untuk perubahan
yang terjadi? "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku yang hidup, melainkan
KRISTUS YANG HIDUP DI DALAM AKU. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam
daging, adalah HIDUP OLEH IMAN DALAM ANAK ALLAH yang telah mengasihi aku dan
menyerahkan diriNya untuk aku" - Galatia 2:20. Ketika saya mengalami penyaliban
Kristus melalui baptisan, saya mengundang suatu kekuatan yang besar ke dalam
hidup saya - "Kristus hidup di dalam aku". Untuk dapat meletakkan
hidup anda sepenuhnya di tangan Kristus, pertama-tama pandanglah pada Kristus
yang mati di kayu salib. Jangan melihat dosa yang mengancam anda, jangan melihat
pada masa lalu dan rintihanmu; pandanglah Yesus. Dengan melihat kemurahan dan
keberanian Kristus yang mati di Kalvari, anda dapat mengekspresikan rasa sepenanggungan
denganNya. Dengan kuasa salib saya berani mengatakan bahwa saya telah mati terhadap
kebiasaan-kebiasaan lama dan bersikap responsif kepada Tuhan Allah. Saya telah
memilih bersama Kristus. Mulai sekarang saya akan hidup dengan iman di dalam
Anak Allah, yang telah mengasihi saya dan memberikan diriNya untuk saya. Dengan
kita mengetuk masuk ke dalam kuasa kematian dan kebangkitan Kristus kita dapat
melihat semakin banyak sifat-sifat baikNya menggantikan kebiasaan-kebiasaan
kita yang lama. "Jadi siapapun berada DI DALAM KRISTUS, ia ada CIPTAAN
BARU; YANG LAMA telah berlalu, yang BARU telah datang" - 2 Korintus 5:17.
Melalui baptisan kita menyatakan keinginan kita untuk bergandengan erat dengan
Yesus dan hidup dalam kehidupan yang baru dan lebih baik di dalam Kristus. Yesus
bekerja di dalam kita apa yang tidak pernah dapat kita lakukan untuk diri kita
sendiri. Kita bangkit dari air sebagai ciptaan baru; Ia memberikan kita kekuatan
untuk hidup baru.
3. MENGAPA YESUS DIBAPTIS?
Di Pentakosta, Petrus berkata kepada mereka yang berusaha dibebaskan dari rasa
bersalah untuk "bertobat dan dibaptis" agar Kristus dapat mengampuni
dosa-dosamu (Kis. Para Rasul 2:38). Karena Yesus tidak pernah melakukaan satupun
dosa, Mengapa Ia mengijinkan diriNya sendiri untuk dibaptis? "Maka DATANGLAH
YESUS dari Galilea ke YORDAN kepada Yohanes UNTUK DIBAPTIS olehnya
.UNTUK
MENGGENAPKAN SELURUH KEHENDAK ALLAH". Matius 3:13,15. Yesus tidak berdosa.
Ia tidak perlu untuk bertobat dari segala dosa. Ia dibaptis untuk alasan yang
lain: "untuk memenuhi kehendak Allah". Dengan dibaptis, Yesus memperlihatkan
contoh positif untuk kita makhluk yang lemah dan penuh dosa. Kristus tidak pernah
meminta pengikutNya untuk pergi kemanapun yang belum pernah Ia datangi. Maka
ketika para orang percaya dibenamkan di dalam air baptisan, mereka mengikuti
langkah-langkah dari Tuannya. Karena Kristus mati untuk dosa-dosa kita, Ia dapat
memberikan kita kebenaranNya. Allah telah membuat dia yang tidak berdosa menjadi
berdosa untuk kita, supaya di dalam Dia kita dapat mendapatkan kebenaran Allah
- 2 Korintus 5:21. Dengan diubahkan dalam pandangan Allah dari orang berdosa
menjadi orang yang kudus, kita bertumbuh menjadi suatu kebenaran, dan dengan
demikian kita hidup di dalam hidup yang baru bersama Kristus.
4. MENGAPA SAYA HARUS DIBENAMKAN?
Kristus dibenamkan saat pembaptisanNya; Ia tidak hanya dipercikkan dengan
air. Yohanes membaptis Dia di Sungai Yordan "sebab di situ BANYAK AIR"
(Yoh. 3:23). Ketika Yesus dibaptis, Ia turun ke dalam air, dan "sesudah
dibaptis (dibenamkan, Yunani), Yesus segera KELUAR DARI AIR" (Matius 3:16).
Ketika kita mengerti arti sebenarnya dari baptisan, kita mempunyai sedikit kesulitan
mengenali bentuk otentik dari baptisan. Kata "baptis" berasal dari
kata Yunani baptizo, dan berarti masuk ke dalam air atau membenamkan (meletakkan
di bawah). Selama kunjungan John Wesley ke Amerika pada tahun 1737, suatu juri
gereja yang terdiri atas 34 orang mencoba menuntutnya ke pengadilan dengan suatu
tuduhan yang aneh yakni penolakan untuk membaptis anak Tuan Parker, kecuali
dengan cara dibenamkan. Ini merupakan bukti bahwa bapak dari aliran Methodis
membaptis jemaatnya dengan pembenaman. Sang reformis John Calvin berkata: "Adalah
suatu hal yang jelas bahwa pembenaman adalah praktek dari Gereja kuno"
- Institutes of the Christian Religion, Buku 4, Bab 15, Pasal 19. Sejarah dari
gereja permulaan menunjukkan dengan jelas bahwa baptisan berarti pembenaman.
Dean Stanley, dari Gereja Inggris, menulis: "Selama 13 abad pertama, hampir
semua praktek baptisan yang umum adalah yang seperti kita baca di dalam Perjanjian
Baru, dan dimana arti yang sebenarnya dari kata "baptis" - bahwa mereka
yang dibaptis dicelupkan, diselamkan, dibenamkan ke dalam air" - Christian
Institutions, hal 21. Pembaptisan selam untuk orang-orang yang bertobat kelihatan
di banyak gereja-gereja yang dibangun antara abad ke empat dan ke empat belas
di Eropa daan Asia, gereja-gereja seperti kathedral di Pisa, Italia dan St.
John, gereja terbesar di Roma. Baru setelah Konsili Ravenna pada awal abad ke
lima belas Gereja Katholik menerima pemercikkan diakui sama dengan pembenaman.
Untuk pertanyaan-pertanyaan mengenai praktek-praktek gereja, kita bukan untuk
mengikuti apa yang diajarkan manusia, tetapi apa yang Kristus dan rasul-rasulNya
ajarkan. Banyak orang-orang Kristen sejati yang menghargai tradisi pembaptisan
bayi, dan memberikan anak-anak kita kepada Allah sejak awal mula merupakan suatu
hal yang patut dipuji. Akan tetapi, Alkitab menegaskan bahwa seseorang harus
diajarkan jalan keselamatan sebelum baptisan (Matius 28:19,20), bahwa seseorang
harus percaya di dalam Yesus sebelum dibaptis (Kisah Para Rasul 8:35-38), dan
bahwa seseorang harus bertobat dari dosanya dan diampuni sebelum dibaptis (Kisah
Para Rasul 2:38). Seorang bayi belum mampu untuk percaya, bertobat, atau mengaku
dosa, yang kesemuanya harus mendahului baptisan.
5. MENGAPA BAPTISAN BEGITU PENTING?
Menurut Yesus, baptisan sangat penting untuk mereka yang berharap masuk ke
surga: "Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat
melihat Kerajaan Allah" - Yohanes 3:5. Yesus memberikan hanya satu kekecualian.
Pencuri di kayu salib "dilahirkan dari Roh," walaupun tidak mungkin
baginya untuk meninggalkan kayu salib dan dibenamkan ke dalam air sebagai tanda
perubahan hatinya. Dan Yesus berjanji kepadanya bahwa ia akan bersama-sama dengan
Dia di dalam kerajaan (Lukas 23:42,43). Untuk si pencuri, "dilahirkan dari
air dan Roh" mewakili darah Yesus yang ditumpahkan untuk membersihkan dia
dari dosa-dosanya. Agustinus mengamati, "ada satu kasus pertobatan sebelum
meninggal yang tercatat, yakni si pencuri yang sangat menyesal itu, yang mana
tidak seorangpun yang harus kehilangan harapan, dan hanya satu, yang mana tidak
seorangpun yang akan menduga. Yesus sendiri yang memberikan peringatan yang
sungguh-sungguh ini." "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan,
tetapi siapa yang tidak percaya [dan oleh karenanya tidak dibaptis] akan dihukum"
- Markus 16:16. Dengan mati di tempat kita di Kalvari, Yesus menunjukkan kepada
orang banyak akan kasihNya kepada kita. Kita perlu untuk merespon dengan pengakuan
secara umum dan tanpa rasa malu mengenai kesungguhan kita kepada Kristus melalui
baptisan. Sudahkah anda memulai hidup baru di dalam Kristus? Sudahkah anda dibaptis?
Jika belum, mengapa tidak mempersiapkan untuk baptisan dalam waktu dekat?
6. BAPTISAN HANYALAH PERMULAAN
Baptisan menunjukkan komitmen kita kepada gaya hidup Kristiani. Tetapi penyerahan
kita pada baptisan tidak secara otomatis bertahan seumur hidup. Ketika seorang
anak dilahirkan, suatu perayaan dilangsungkan. Setelah hari kelahiran lewat
dan kegembiraan berkurang, sang bayi perlu diberi makanan, dimandikan, dan diperhatikan
kesehatannya setiap hari. Ini sama halnya dengan baptisan. Paulus berkata dari
pengalamannya, "tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut" (1 Korintus
15:31). Dengan pengubahan dari keserakahan setiap hari, kita dapat menjadi lebih
mendengarkan suara Kristus. Upacara baptisan, seperti upacara pernikahan, dimaksudkan
sebagai pernyataan secara resmi bahwa suatu hubungan yang indah dan semakin
bertumbuh telah dimulai. Agar supaya dapat bertumbuh secara teratur, kita memerlukan
penyerahan diri kita kepada Kristus setiap hari, menerima hidup yang baru setiap
hari melalui doa dan pemahaman Alkitab.
7. SUATU SEBAB UNTUK BERGEMBIRA
Baptisan adalah sebab untuk kegembiraan besar karena mereka yang telah meletakkan
iman mereka di dalam Kristus telah mendapat jaminan hidup kekal. "Siapa
yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" (Markus 16:16). Ketika kita
dibaptis, kita berjalan ke atas yang membawa kita kepada kegembiraan abadi.
Baptisan juga merayakan kebahagiaan sekarang dengan Kristus. Ia menjanjikan
hadiah yang tidak ternilai yakni Roh Kudus kepada mereka yang telah dibaptis
(Kisah Para Rasul 2:38). Dengan Roh muncul buah Roh : "kasih", yang
mengisi kehidupan dengan "kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelembutan
dan penguasaan diri" (Galatia 5:22,23). Memiliki Yesus yang hidup di dalam
kita melalui Roh KudusNya memberikan rasa kepastian yang sangat besar. Karena
Roh itu bersaksi
bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma
8:15,16). Hubungan yang mantap dengan Allah ini memberikan kita banyak keuntungan,
tetapi tidak menjamin kita terbebas dari masalah hidup. Sebenarnya, musuh sering
mencoba memberi problem yang paling sulit kepada mereka yang baru saja membuat
komitmen dengan Kristus. Akan tetapi, ketika kita berada di dalam tangan Allah
kita boleh mengetahui bahwa Ia akan memakai segala sesuatu yang terjadi pada
kita, baik dan buruk, untuk mengajarkan kita dan menolong kita untuk bertumbuh
(lihat Roma 8:28). Seorang wanita muda memutuskan untuk memberikan hidupnya
kepada Kristus dan dibaptis walaupun menghadapi ancaman diceraikan oleh suaminya.
Suaminya Ia tidak mau terlibat di dalam iman baru istrinya, tetapi isterinya
tetap bertahan kepada Yesus dan mencoba untuk menjadi isteri yang lebih lembut
dari sebelumnya. Untuk beberapa saat suaminya membuat banyak kesulitan di rumah.
Tetapi akhirnya ia dimenangkan dengan sebuah alasan yang tidak dapat dijawabnya:
perubahan hidup isterinya. Lelaki ini menyerahkan hidupnya kepada Kristus dan
ia juga dibaptis. Menempel lekat kepada Kristus melalui "saat suka dan
duka" akan membuat kita menjadi alat yang tangguh di tanganNya. Kita dapat
memberikan hidup kita kepadaNya tanpa syarat karena Ia telah melakukan komitmen
yang paling akhir kepada kita ketika Ia membayar harga dosa-dosa kita di kayu
salib. Betapa istimewanya untuk memberikan Dia kasih dan kesetiaan kita secara
terbuka! Jika saudara belum melakukannya, mengapa tidak menyerahkan hidup saudara
kepada Kristus saat ini juga. Minta kepadaNya untuk menciptakan kehidupan yang
baru di dalam saudara dengan Roh Kudus, dan kemudiam dibaptis di dalam Kristus.
Hak cipta _ 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053
Lembar Jawaban
|