|
Panduan DISCOVER 16
RAHASIA ISTIRAHAT SURGAWI
Beberapa tahun lalu orang memperkirakan dalam waktu dekat kita akan boleh sedikit
santai terbebas dari segala tugas yang harus kita lakukan. Ada beberapa alasan
dari ramalan yang kedengarannya pasti tersebut. Dalam dunia komputer, mesin
ajaib ini menyelesaikan tugas sebulan hanya dalam hitungan detik, robot-robot
mengerjakan pekerjaan berat di industri berat. Tetapi setelah komputer mulai
memasyarakat dan semua urusan-urusan mulai dijalankan secara otomatis, kita
malah tidak sempat bernafas, lebih sibuk dari waktu sebelumnya. Sekarang ini
keluarga semakin 'kehabisan' waktu. Suami istri susah untuk dapat menghabiskan
waktu yang berarti bagi anak-anak, apa lagi untuk mereka berdua. Satu riset
di suatu masyarakat yang kecil didapatkan rata-rata seorang ayah menghabiskan
waktu bersama anak laki-lakinya hanya 37 detik, Keluarga semakin kehilangan
waktu mereka dan kehilangan kebersamaan. Bagaimana kita dapat kembali lebih
santai dan boleh menghabiskan waktu lebih banyak bersama.
1. PELEPAS KETEGANGAN BAGI KEHIDUPAN YANG PENUH DENGAN TEKANAN
Yesus memahami masalah dari tiap keluarga dan Dia juga menyadari kalau peristirahatan
rohani adalah bagian dari kualitas kehidupan "Marilah kepada-Ku, semua
yang letih lesu dan berbeban berat, AKU AKAN MEMBERI KELEGAAN
. BELAJARLAH
KEPADA KU, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan JIWAMU AKAN MENDAPAT
KETENANGAN." Matius 11:28,29. (Kecuali disebutkan secara khusus, semua
ayat Alkitab diambil dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, terbitan
Lembaga Alkitab Indonesia). Alkitab menganjurkan agar kita mengalami istirahat
ini dalam dua cara: datang kepada Kristus secara harian dan mingguan.
2. HUBUNGAN HARIAN BERSAMA YESUS.
Orang-orang banyak berteriak untuk menarik perhatian Yesus. Tetapi tetap Yesus
dapat berkomunikasi dengan tiap-tiap orang di sekelilingnya dengan perasaan
damai dan tetap tenang. Bagaimana bisa? Yesus membiasakan diri menyediakan waktu
untuk berkomunikasi dengan Allah-Bapa di surga, Dia terus mengandalkan kekuatan
Bapa untuk memenuhi segala tantangan hidup (Yohanes 6:57) Bila kita juga ingin
hidup dengan damai dan penuh ketengan kita juga harus terus mengandalkan Yesus,
kita mengundang Firman dan Roh-Nya memenuhi dan membentuk Jiwa kita. Cara yang
terbaik untuk mengendalikan tekanan yang menghimpit kita sebagai individu dan
memisahkan kita sebagai keluarga adalah terus membiasakan menyediakan waktu
yang berkwalitas bersama Yesus. Dia berkata "TINGGALLAH DALAM AKU dan Aku
akan Tinggal dalam kamu..JAUH DARI AKU KAMU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA."
Yoh 15:4, 5. Salah satu kebutuhan yang terbesar dalam hidup kita adalah terus
menerus berhubungan dengan Sumber utama kebutuhan Rohani dengan cara membentuk
hubungan dari hari ke hari dengan Yesus. Salah satu tahap yang terpenting yang
harus di utamakan dalam hubungan kita dengan Kristus adalah pengorbanan-Nya
di kayu salib. Peristirahatan yang sesungguhnya, jaminan yang nyata, hanya ada
karena hal besar yang dirampungkan Yesus ketika Ia berseru di kayu salib "Sudah
selesai" ( Yoh 19:30). Dengan perkataan lain, tugasNya menebus kita sudah
selesai. "Tetapi sekarang Dia hanya SATU KALI SAJA menyatakan diri-Nya,
pada Zaman akhir untuk MENGHAPUSKAN DOSA oleh korban-Nya" (Ibrani 9:26).
Ketika Yesus mati, 'Dia menghapuskan dosa'. Itu sebabnya tiap-tiap orang percaya
yang mengaku dosa-dosanya dapat 'beristirahat' di kayu salib-Nya. Kita diterima.
Rasa bersalah ada di balik laju kehidupan kita sekarang ini . Tapi Yesus telah
memecahkan masalah dosa sekali dan untuk semuanya di kayu salib. Seruan Yesus,
"sudah selesai", mengenapi janjiNya "Aku akan memberikan kamu
peristirahatan" sebagai bukti yang nyata. Kristus menyelesaikan tugasnya
untuk menebus kita di Kalvari (Titus 2:14) dan kemudian Dia beristirahat di
dalam kubur pada hari Sabat, dan bangkit dari kubur pada hari Minggu pagi sebagai
Pemenang atas dosa dan maut. Tidak ada jaminan yang lebih besar bagi umat Kristen
selain peristirahatan di dalam karya Yesus yang sudah selesai. "Karena
itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas dan KEYAKINAN
IMAN YANG TEGUH
marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan
kita, sebab IA YANG MENJANJIKANNYA, SETIA." Ibrani 10: 22,23 "Sebab
Ia yang menjanjikanNya setia," kita dapat masuk ke peristirahatan surgawi
yang telah dijanjikan Yesus. Kepastian, perdamaian dan istirahat yang kita rasakan
dalam hubungan setiap hari dengan Yesus bukanlah hasil pekerjaan kita tetapi
hasil pekerjaanNya di kayu salib. Kita dapat beristirahat dalam Tuhan karena
keselamatan kita sudah dijamin. Jaminan tersebut memotivasi kita untuk lebih
banyak menghabiskan waktu bersama Kristus tiap-tiap hari, dikenyangkan dengan
Firman Tuhan dan hidup dalam suasana surga melalui doa. Pertemuan dengan Yesus
menolong kita untuk mengubah hidup yang penuh dengan tekanan menjadi hidup yang
damai dan penuh dengan makna yang sejati.
3. Hubungan mingguan bersama Yesus
Stetelah Kristus menyelesaikan pnciptaan bumi dalam 6 hari (Kolose 1:16-17),
Ia menyediakan peristirahatan pada hari Sabat. Ini kesempatan kita setiap minggu
untuk lebih berhubungan erat dengan-Nya. "Maka Allah melihat semua yang
dijadikanNya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
hari keenam. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan perkerjaan yang
dibuat-Nya itu.BERHENTILAH Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang dibuat-Nya
itu. Lalu Allah MEMBERKATI hari ketujuh itu dan MENGUDUSKANNYA, karena pada
hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya
itu." (Kejadian 1:31-2:3), Sebagai Pencipta, Yesus beristirahat pada hari
Sabat pertama dengan Adam dan Hawa, dan Ia 'memberkati" hari Sabat dan
"menguduskannya." Tuhan menetapkan siklus per-tujuh hari, bukan untuk
kebaikan diri-Nya, tapi untuk Adam dan Hawa dan untuk kita sekarang. Karena
Dia begitu mengasihi umat ciptaanNya, Dia merancang tiap-tiap hari Sabat untuk
seumur hidup mereka menjadi hari khusus untuk datang berhubungan dengan-Nya.
Tiap hari Sabat, demikian disebutNya, adalah hari untuk istirahat badani dan
penyegaran rohani. Dengan masuknya dosa ke dalam dunia, peristirahatan Sabat
menjadi lebih penting. Penebus yang sama yang telah memberikan hari Sabat perhentian
kepada Adam dan Hawa, pada dua ribu tahun kemudian juga memberikan hukum kepada
Musa di Gunung Sinai (1 Korintus 10 :1-4). Yesus memilih untuk menempatkan perintah
istirahat Sabat sebagai pusat 10 perintah Tuhan. Perintah ke Empat berbunyi
"INGATLAH DAN KUDUSKANLAH HARI SABAT. Enam hari lamanya engkau akan bekerja
dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN
Allahmu; maka janganlah melakukan suatu pekerjaan, engkau ataupun anakmu laki-laki
atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu
atau orang asing yang ditempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN mejadikan
langit dan bumi- laut dan segala isinya dan Ia BERHENTI pada hari ketujuh; itulah
sebabnya TUHAN MEMBERKATI hari Sabat dan MENGUDUSKANNYA" (Keluaran 20 :8-11).
Tuhan Allah menetapkan Hari Sabat sebagai hari untuk 'mengingat' Tuhan yang
"menciptakan langit dan bumi." Peristirahatan Hari Sabat tiap-tiap
minggu menghubungkan kita ke Pencipta yang telah memberkati dan mengkhususkannya.
Ketika Yesus hidup di dunia, Ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk memelihara
kesatuan dengan Allah Bapa. Yesus memanfaatkan peristirahatan Sabat dengan cara
berbakti pada hari Sabat, seperti Lukas menuturkan "Ia datang ke Nazaret
tempat Ia dibesarkan, dan menurut KEBIASAN-NYA PADA HARI SABAT Ia masuk kerumah
Ibadat."(Lukas 4 : 16). Kalau Yesus yang adalah Tuhan dan manusia membutuhkan
peristirahatan di dalam kehadiran Allah Bapa di hari Sabat, kita sebagi manusia
juga pasti membutuhkan lebih. Ketika Yesus mengesampingkan larangan-larangan
hukum yang diberlakukan oleh orang Yahudi dalam melaksanakan hari Sabat (Matius
12:1-12), Ia menekankan bahwa Tuhan telah menjadikan hari Sabat untuk kebaikan
manusia: "Lalu kata Yesus kepada mereka; 'hari Sabat dijadikan untuk manusia
dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia juga Tuhan atas hari Sabat'"
(Markus 2:27,28). Yesus menekankan pentingnya hari Sabat juga pada kematian-Nya.
Dia mati pada hari Jumat, "hari itu adalah hari persiapan dan Sabat hampir
mulai" (Lukas 23:54). Pada saat Yesus menyatakan 'sudah selesai', ini menyatakan
misi kedatangan-Nya ke dunia ini dan mati sebagai ganti umat manusia sudah selesai
( Yohanes 19:30; 4:34; 5:30). Sebagai perayaan atas selesai atas misi-Nya, Yesus
berisitirahat di kubur pada hari Sabat. Sama seperti Kristus menyelesaikan tugas
penciptaan pada hari ke-enam dan kemudian beristirahat pada hari ke-tujuh, maka
dengan mati di kayu salib Ia menyelesaikaan tugas penebusan pada hari ke-enam
dan kemudian beristirahat pada hari ke-tujuh. Pada hari Minggu pagi Yesus keluar
dari kubur, Juruselamat yang menang (Lukas 24:1-7). Dia sudah memerintahkan
murid-muridNya untuk tetap memelihara hari Sabat sesudah kebangkitan-Nya. Ketika
berbicara tentang runtuhnya kota Jerusalem, yang terjadi hampir 40 tahun sesudah
kematian-Nya, Ia mengingatkan mereka; "Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan
diri itu jangan jatuh pada musim dingin atau pada hari Sabat" (Matius 24:20).
Juru selamat kita menginginkan murid-murid dan pengikut-Nya untuk terus memelihara
kebiasaan yang telah diajarkanNya kepada mereka (Yohanes 15:15,16). Ia menginginkan
mereka untuk mengalami peristirahatan penebusan dan peristirahatan hari Sabat.
Mereka tidak mengecewakan-Nya. Murid-murid tetap melanjutkan untuk memelihara
hari Sabat sesudah kematian Yesus (Lukas 23: 54-56; Kisah 13:14; 16:13; 17:2;
18:1-4). Rasul yang sangat dikasihi Yesus, yaitu Yohanes, memelihara hubungan
mingguannya dengan Kristus juga pada hari Sabat. Pada tahun-tahun berikutnya
ia menulis "Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh (Wahyu 1:10). Yesus berkata
"Hari Tuhan" adalah hari Sabat "karena Anak Manusia adalah Tuhan
atas hari Sabat" ( Matius 12:8). Pada hari Sabat kita merayakan dua hal
yang Tuhan sudah lakukan demi kita: menciptakan dan menyelamatkan kita. Pengalaman
hari Sabat akan terus berlanjut di Surga "sebab sama seperti langit yang
baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap dihadapan-Ku
demikianlah firman Tuhan.. dan Sabat berganti Sabat maka seluruh umat manusia
akan datang untuk sujud menyembah dihadapan-Ku firman Tuhan. (Yesaya 66:22).
4. Manfaat peristirahatan hari Sabat.
Orang-orang pada masa sekarang ini berjuang keras dalam hidup yang sulit. Tiap-tiap
orang kelelahan. Keluarga berantakan tertekan. Tetapi Allah menyediakan Sabat
menjadi sarana untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Marilah kita lihat beberapa
manfaat peristirahatan hari Sabat :
1. Sabat merupakan peringatan yang suci tentang penciptaan, dan dengan menjaga
kekudusannya kita mendirikan peringatakan bagi Pencipta kita. Waktu kudus ini
memberikan kesempatan indah bagi kita untuk kembali ke akar hubungan kita dengan
Tuhan. Kapankah kali terakhir anda bersama keluarga datang melihat dan menikmati
alam, tengelam di rimbunnya hutan atau duduk menikmati arus air di sungai yang
berbatu. Hari Sabat memberikan kesempatan bagi kita untuk duduk bersama Yesus
dan larut dengan indahnya alam ciptaan-Nya
2. Pada hari Sabat kita merasakan kegembiraan datang memuji dan merasakan kasih
persaudaraan kristiani. Ada manfaat memuji Tuhan bersama saudara seiman. Hari
sabat merupakan kesempatan bagi kita untuk datang bersama sebagai kesatuan 'tubuh'
Kristus dan menyegarkan kembali kerohanian kita.
3. Hari Sabat juga menyediakan kesempatan bagi kita untuk melakukan kebaikan.
Apakah ada tetangga kita yang sakit yang selama minggu bekerja kita tidak sempat
kita lawat? Ketika seorang teman membutuhkan telinga yang mau mendengar karena
ditinggal mati oleh suaminya, apakah tekanan hidup membuat anda semakin jauh
dari kesempatan mengasihi teman anda? Yesus memberikan nasihat 'karena itu bolehlah
berbuat baik pada hari Sabat' (Matius 12:12).
4. Hari Sabat juga hari untuk menguatkan kembali ikatan tali kekeluargaan. Ketika
Kristus memerintahkan "Jangan kamu melakukan pekerjaanmu (pada hari Sabat)"
( Keluaran 20:10), Dia tidak dapat memberikan resep yang lebih baik bagi Ayah
yang kecanduan kerja dan Ibu yang penuh dengan tekanan. Hari Sabat menjadi tanda
yang besar untuk BERHENTI. Hentikanlah hal-hal mendesak mengerumuni hal yang
terpenting. Hari Sabat merupakan satu hari ketika kita dapat melepaskan tekanan
hidup menjadi doa, pekerjaan menjadi sukacita, jadual yang ketat dengan renungan
yang tenang. Peristirahatan hari Sabat menjadi waktu yang tepat bagi seluruh
keluarga untuk datang berhubungan dengan Kristus dan menerima kekuatan rohaniNya.
5. Hari Sabat juga merupakan waktu bagi kita untuk datang lebih dekat kepada
Yesus. Tiap hubungan memerlukan waktu yang berkualitas, hubungan dengan Yesus
juga tidak terkecuali. Menyediakan waktu secara pribadi selama satu hari dalam
satu minggu merupakan cara yang baik bagi kita untuk menjaga persahabatan kita
dengan Dia tetap segar dan menggembirakan. Hari Sabat memberikan kita waktu
tambahan untuk berdoa dan mempelajari Alkitab, waktu tambahan bersama Kristus
di tempat tenang dan mendengarkan Dia. Yesus "memberkati hari yang ketujuh
dan menguduskannya" dengan janji bahwa Ia akan hadir bersama kita (Kejadian
2:3). Anda dapat mengerti mengapa pentingnya memelihara hari Sabtu, hari yang
ketujuh dalam satu minggu adalah hari Sabat, karena hari itu adalah hari yang
disediakan oleh Kristus pada hari penciptaan untuk berkomunikasi dengan kita
dengan cara yang istimewa. Ketika Yesus menjadikan Sabat, tampaknya Ia sudah
dapat memikirkan generasi kita sekarang. Sabat merupakah hal yang benar-benar
kita butuhkan di jaman sekarang yang penuh tekanan ini: satu hari di mana kita
benar-benar berhenti dari segala sesuatu. Satu hari untuk memuji Tuhan, datang
kembali dekat dengan ciptaan, dan memusatkan pikiran kita kepada hubungan bukan
dengan materi.
5. Bahagian Kecil dari Peristirahatan Surga
Kita dapat menyimpulkan keuntungan yang didapat dalam berhubungan dengan Yesus
setiap hari dan setiap minggu dalam satu kata 'istirahat. Kata 'sabat' berasal
dari bahasa Ibrani yang berarti Istirahat, oleh sebab itu bukanlah hal mengherankan
bila Alkitab menyebut hari yang ketujuh 'sabat perhentian' (Imamat 23:3). Tuhan
telah berbicara tentang hari yang ketujuh dalam ayat ini: "dan Allah berhenti
pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya".. JADI MASIH TERSEDIA SUATU
HARI PERHENTIAN, HARI KETUJUH, BAGI UMAT ALLAH;
karena itu baiklah kita
berusaha untuk masuk kedalam perhentian itu, (Ibrani 4:4-11). Merasakan 'Perhentian
hari Sabat' memberikan kita setiap minggu sebagian kecil dari kegembiraan yang
akan kita terima dalam peristirahatan surga yang sempurna. Istirahat ini bukan
hanya tidak melakukan segala aktifitas kita, peristirahatan ini berarti rasa
aman, damai dan kesempurnaan yang bersumber dari kekayaan hidup yang sesungguhnya.
Peristirahatan rohani ini dapat kita rasakan manfaatnya hanya melalui pengalaman.
Kesaksian dari tiap-tiap orang yang merasakan janji keselamatan dan peristirahatan
Sabat sangat universal: "Kalau anda memasuki peristirahatan bersama Yesus
secara harian dan mingguan, anda akan menemukan kebahagaian yang sejati dalam
hidup anda." Apakah anda mau berterima kasih kepada Yesus atas berkat peristirahatan
yang diberikanNya ini? Apakah anda mau berterima kasih atas janji keselamatan
yang diberikan untuk memberi kekuatan anda dalam menghadapi segala tantangan
kesehari-harian anda dan janji peristirahatan Sabat untuk mengokohkan hubungan
anda dengan-Nya? Apabila anda belum penah menjalankannya, maukah anda menerima
tawaran keselamatan-Nya? Maukah anda mengatakan kepada-Nya kalau anda bersedia
memelihara hari Sabat tiap-tiap minggu? Maukah anda mengatakan, "Baiklah
Tuhan! Saya ingin menemukan kesukaan atas hari yang Engkau sudah tetapkan."
Mengapa tidak mengambil keputusan sekarang? [ Mungkin anda bertanya-tanya siapa
yang mengubah hari Sabat dari hari Sabtu, hari yang ketujuh dalam satu minggu,
menjadi hari Minggu, hari pertama dalam satu minggu? Kapan perubahan ini dilakukan?
Apakah Tuhan memberi wewenang dalam perubahan ini ? Pertanyaan ini akan dijawab
di dalam Panduan 21].
Hak Cipta_ 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053
Lembar Jawaban
|