|
Panduan Discover 12
Juruselamat Yang Selalu Hadir
Saat seorang Skotlandia bernama Peter tersesat di padang rumput tempat pembuangan
sampah pada suatu malam yang gelap, Tuhan memanggil namanya: "Peter!"
Saat suara dari surga memanggilnya kembali, Peter berhenti berjalan, melihat
ke bawah, dan ia menemukan bahwa ia hanya tinggal selangkah lagi akan jatuh
ke tambang batu kapur yang sudah terbengkalai. Bukankah itu akan sangat indah
jika kita masing-masing dapat mendengarkan Tuhan memanggil nama kita? Bukankah
itu hal yang akan menggembirakan jika Dia bisa sebegitu dekatnya dengan kita
dan kita bisa duduk bersama-sama denganNya dan bercakap-cakap mengenai pergumulan
hidup dan harapan kita?
1. HUBUNGAN TANPA BATAS DENGAN YESUS
Percaya atau tidak, kita dapat datang lebih dekat kepada Yesus sekarang dari
pada saat jika Ia tinggal bersama-sama dengan kita sebagai seseorang yang dapat
terlihat. Memiliki Yesus secara nyata dalam daging di kota kita akan merupakan
suatu yang sangat bagus tentunya, tetapi pikirkan kerumunan orang yang berdesak-desakkan
untuk dapat melihat lebih dekat. Pikirkanlah keinginan pada zamanNya. Kita mau
melakukan sesuatu dengan baik agar dapat berbicara langsung denganNya untuk
beberapa menit saja di dalam hidup kita. Harapan Kristus adalah untuk mengolah
hubungan pribadi dengan kita masing-masing. Itulah salah satu alasan mengapa
Ia meninggalkan bumi ini untuk melakukan pelayanan khusus di Surga yang memungkinkan
Dia untuk datang dekat kepada maing-masing dari kita setiap hari. Karena Yesus
tidak terbatas berada hanya di satu tempat saja sama seperti waktu Ia berada
di dunia ini, melalui Roh Kudus Dia sekarang dekat untuk menuntun kehidupan
dari setiap orang yang menginginkannya secara pribadi. Janji yang menguatkan
apakah yang Yesus berikan saat sebelum Ia naik ke Surga? "AKU MENYERTAI
KAMU SENANTIASA, sampai kepada akhir zaman." Matius 28:20. Apakah yang
Kristus lakukan di Surga yang memungkinkan Dia untuk "selalu bersama dengan
kita"? "Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung yang telah
melintasi semua langit, yaitu Yesus, anak Allah, baiklah kita teguh berpegang
pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punyai, bukanlah Imam Besar
yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan
kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan
penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat
dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya."
Ibrani 4:14-16. Catat jaminan yang kita peroleh bila kita memiliki Yesus sebagai
pengantara pribadi kita di Surga: "Dicobai dalam segala hal, sama seperti
kita juga dicobai." "Bersimpati dengan kelemahan kita." "Menolong
kita pada saat kita membutuhkan pertolongan." Bersama dengan Yesus sebagai
Imam Besar kita, kita tidak lagi terpisahkan oleh jarak kita dengan Surga; Kristus
dapat menuntun kita ke hadirat Allah. Tidak heran jika kita diminta untuk "meraih
tahta anugerah dengan penuh keyakinan." Kedudukan apakah yang Yesus tempati
di Surga?
"Tetapi Ia (Yesus), setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena
dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya DI SEBELAH KANAN ALLAH." Ibrani 10:12.
Kristus yang hidup, "seorang yang dapat mengerti" adalah perantara
pribadi kita pada tahta "sebelah kanan Allah." Bagaimanakah kehidupan
Yesus menyiapkan Dia untuk menjadi Imam kita? "Itulah sebabnya, maka dalam
segala hal Ia harus disamakan dengan SAUDARA-SAUDARANYA, supaya Ia menjadi Imam
Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan
dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pecobaan,
maka IA DAPAT MENOLONG mereka yang dicobai." Ibrani 2:17,18. "Saudara"
kita yang ikut merasakan kemanusiaan kita, "dicobai" seperti kita
dicobai, sekarang adalah Imam Besar kita disebelah kanan Bapa. "Dijadikan
seperti" kita, Ia mengetaui apa yang kita sedang alami. Ia pernah merasa
lapar, haus, dicobai, dan kehabisan tenaga. Ia dapat merasakan kebutuhan kita
akan rasa simpati dan pengertian. Tetapi di atas segalanya, Yesus dapat menjadi
Imam Besar kita karena Ia telah mati untuk menebus dosa kita. Dia membayar hutang
dosa kita dengan mati menggantikan kita. Ini adalah Ajaran, Kabar Baik bagi
semua orang dimana saja dan setiap waktu. Salah seorang dari direktur Sekolah
Alkitab
membagikan pengalamannya: "Ketika anak perempuan paling kecil kami masih
berumur tiga tahun, tangannya terjepit kursi lipat, yang menyebabkan tulangnya
hancur. Saat kami terburu-buru membawa dia kedokter, tangisannya yang kencang
karena kesakitan sangat meyakitkan hati kami. Dan anak kami yang berusia lima
tahun juga sangat sangat tersentuh. Saya tidak akan pernah melupakan kata-katanya
setelah dokter telah mengobati luka adiknya. Dia terisak, "Oh, Ayah, saya
berharap itu terjadi pada jari saya!"" Saat semua manusia telah jatuh
ke dalam dosa dan diputuskan untuk mati selamanya, Yesus berkata, "Oh,
Bapa, Saya berharap itu adalah Saya." Dan Allah
mengabulkan permintaan Yesus di kayu salib. Juru Selamat kita telah mengalami
segala penderitaan yang telah kita alami bahkan lebih dari itu.
2. KABAR BAIK DI DALAM PERJANJIAN LAMA
Saat bangsa Israel berkemah di kaki gunung Sinai, Allah memerintahkan Musa
untuk mendirikan kaabah yang dapat dipindahkan untuk berbakti "Sesuai dengan
pola yang ditunjukkan kepadamu (Musa) di atas gunung." (Keluaran 25:40).
Hampir 500 tahun kemudian, kaabah batu besar Raja Salomo menggantikan kaabah
yang dapat dipindahkan tersebut. Dan kaabah itu didirikan sama persis dengan
kaabah yang dapat dipindah-pindahkan pada zaman Musa. Saat Allah memberikan
kepada Musa petunjuk untuk mendirikan kaabah, tujuan khusus apakah yang ada
dalam rencana Allah? "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagiKu, supaya
AKU AKAN DIAM DI TENGAH-TENGAH MEREKA." Keluaran 25:8. Dosa menyebabkan
perpisahan yang tragis antara manusia dan penciptanya. Kaabah adalah cara Allah
untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Ia dapat tinggal di tengah-tengah mereka
kembali. Kaabah, menjadi pusat dari kehidupan keagamaan dan perbaktian pada
zaman perjanjian lama. Setiap pagi dan petang orang-orang dapat berkumpul di
sekeliling kaabah dan mengadakan hubungan dengan Allah melalui doa (Lukas 1:9,10),
menuntut akan janji Allah: "Aku akan bertemu dengan engkau." (Keluaran
30:6). Perjanjian Lama mengajarkan ajaran yang sama mengenai keselamatan seperti
yang ada di dalam Perjanjian Baru. Keduanya menggambarkan kematian Yesus untuk
kita dan melayani kita sebagai Imam Besar kita dalam kaabah surgawi.
3. PELAYANAN YESUS KEPADA KITA DIUNGKAPKAN DI DALAM KAABAH.
Kaabah dan pelayanan-pelayanan menjelaskan apa yang Yesus kerjakan sekarang
di kerajaan surga, dan apa yang Yesus kerjakan sekarang di dunia untuk memperkuat
dan memberikan petunjuk satu persatu kepada kita dalam kehidupan sehari- hari.
Saat Kaabah dunia telah ditetapkan menurut kaabah di surga, ini mencerminkan
kaabah surga di mana Yesus mengadakan pelayanan sekarang. Keluaran 25-40 menjelaskan
pelayanan-pelayanan dan upacara-upacara kaabah di padang gurun dengan cukup
jelas. Rangkuman singkat dari perabotan kaabah muncul di Perjanjian Baru: "
sekarang perjanjian pertama tentang peraturan untuk perbaktian dan juga kaabah
di dunia
. Di ruang yang pertama terdapat tempat kaki dian , meja dan roti
sajian perjamuan, tempat ini disebut Bilik Suci. Di belakang tirai kedua terdapat
ruangan yang disebut Bilik yang Maha suci, di mana terdapat mesbah ukupan dari
emas dan tabut perjanjian yang seluruhnya berlapis emas. Di dalam tabut perjanjian
berisi dua loh batu yang bertuliskan perjanjian [di mana Tuhan menuliskan sepuluh
perintah Allah (Ulangan 10:1-5)]. Di atas dari tabut perjanjian terdapat dua
kerub kemuliaan yang menaungi tutp pendamaian. ( Ibrani 9:1-5). Kaabah mempunyai
dua ruangan, bilik yang suci dan bilik yang maha suci. Terdapat halaman yang
terbentang di muka kaabah. Di halaman tersebut berdiri mesbah tembaga tempat
imam mengadakan korban bakaran dan sebuah cawan yang dipakai untuk mencuci.
Korban bakaran yang diberikan di mezbah tembaga tersebut melambangkan Yesus
yang melalui kematiannya di kayu salib menjadi Anak domba Allah, yang menghapuskan
dosa dunia (Yohanes 1:29). Ketika orang berdosa datang ke altar untuk meminta
ampunan dengan membawa korban dan mengakui dosanya, dia menerima pengampunan
dan pembersihan. Dengan jalan yang sama orang yang berdosa sekarang meminta
pengampunan dan pembersihan melalui darah Yesus (1 Yohanes 1:9). Di ruang yang
pertama atau bilik suci, tujuh kaki dian yang terus menerus menyala, melambangkan
Yesus yang tidak pernah gagal menerangi dunia (Yohanes 8:12). Meja dan roti
sajian melambangkan pemenuhan akan kebutuhan fisik dan spiritual kita yang dipuaskan
oleh roti hidup (Yohanes 6:35). Mesbah pendupa emas melambangkan Yesus yang
melayani doa kita kehadapan Allah (Wahyu 8:3.4). Ruang yang ke dua, Bilik yang
maha suci terdiri dari tabut perjanjian yang berlapis emas melambangkan tahta
Allah. Tirai Pembenaran, atau takhta kemurahan melambangkan Kristus iman besar
perantara kita yang menjelma mewakili kita umat yang berdosa yang telah melanggar
hukum moral Allah. Dua loh batu tempat Tuhan menulis sepuluh perintah Allah
tersimpan di bawah takhta kemurahan. Kerub emas kemuliaan terangkat melewati
tempat duduk anugerah pada setiap ujung dari tabut perjanjian. Cahaya kemuliaan
tersinar diantara dua kerub melambangkan kehadiran Allah sendiri. Sebuah tirai
menutupi bilik suci dari pandangan orang tempat para imam melayani mereka di
halaman. Tirai yang kedua di depan bilik yang maha suci memisahkan ruang bagian
dalam dari para imam yang memasuki ruang pertama kaabah. Ketika Yesus mati di
kayu salib apa yang terjadi dengan tirai tersebut? "Pada saat itu tirai
di kaabah terbelah menjadi dua dari atas ke bawah." (Matius 27:51). Bilik
yang maha suci dapat dilihat ketika Yesus mati. Setelah Yesus mati tidak ada
tirai yang dapat memisahkan Allah yang Suci dengan orang-orang saleh, Yesus,
Imam besar kita, mengantar kita ke hadirat Tuhan (Ibrani 10:19-22). Kita mempunyai
seorang Imam Besar sebagai kepala rumah Allah karena itu marilah kita menghadap
Allah dengan hati yang tulus iklas dan iman yang teguh oleh karena hati kita
telah dibersihan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan
air yang murni.
4. SEBUAH WAHYU TENTANG KEMATIAN YESUS UNTUK MENYELAMATKAN KITA
Sama seperti kaabah di bumi dibuat sebagai tiruan yang kecil dari kaabah di
surga tampat Yesus sedang melayani kita sekarang, pelayanan yang dilaksanakan
pada kaabah yang ada di bumi adalah "gambaran dan bayangan dari apa yang
ada di surga" (Ibrani 8:5). Tetapi ada perbedaan: para imam yang melayani
di kaabah bumi tidak dapat mengampuni dosa, tetapi di kayu salib Yesus "hanya
satu kali saja menyatakan dirinya, pada jaman akhir untuk menghapuskan dosa
oleh pengkorbananNya". (Ibrani 9:26). Dalam Perjanjian Lama pada buku Imamat
dijelaskan secara terperinci pelayanan-pelayanan yang ada dalam kaabah. Upacara-upacara
dibagi menjadi dua bagian: pelayanan harian dan pelayanan tahunan (Pelajaran
13 menjelaskan tentang pelayanan tahunan). Di dalam pelayanan harian para imam
memberikan korban perorangan dan untuk seluruh umat. Ketika seseorang berbuat
dosa, dia harus membawa binatang yang tidak bercacat sebagai korban persembahan,
"meletakkan tangannya ke atas korban penghapus dosa dan menyembelih korban
itu di tempat korban bakaran" (Imamat 4:29). Kesalahan dari orang yang
berdosa harus dipindahkan kepada korban bakaran dengan cara mengakui dosanya
dan menaruh tangannya di atas kepala korban tersebut. Ini melambangkan Kristus
menebus dosa kita di bukit Golgota; seorang yang tidak berdosa menjadi "berdosa
untuk kita" (2 Korintus 5:21). Korban bakaran harus dibunuh dan darahnya
tertumpah karena korban bakaran tersebut menunjuk langsung kepada hukuman yang
maha tinggi bahwa Kristus menderita di kayu salib.
5. KENAPA DARAH?
Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. (Ibrani 9:22). Apa yang terjadi
di kaabah dalam Perjanjian Lama menggambarkan langsung suatu perbuatan penyelamatan
yang besar dari Kristus. Mati untuk dosa kita, Dia telah masuk satu kali untuk
selama-lamanya kedalam tempat yang kudus dengan membawa darahNya sendiri, dan
dengan itu Dia telah mendapat kelepasan yang kekal". (ayat 12). Saat darah
Yesus tertumpah di kayu salib untuk dosa kita, "tabir bait suci terbelah
dua dari atas sampai ke bawah" (Matius 27:51). Karena pengorbanan Yesus
di kayu salib, binatang korban sudah tidak lagi dibutuhkan. Saat Yesus menumpahkan
darahNya dari kayu salib, Ia
menawarkan hidup ketaatanNya yang sempurna sebagai ganti dari kegagalan kita.
Saat Bapa dan Anak terpisah di Bukit Golgota, Allah Bapa berbalik dengan kesedihan
yang mendalam dan Anak mati dengan hati yang hancur. Allah Anak menempatkan
diriNya di dalam sejarah untuk mengambil bagi dirinya sendiri hasil sepenuhnya
dari dosa dan untuk menunjukan bagaimana tragisnya perbuatan yang salah itu
sebenarnya. Dia lalu dapat mengampuni orang yang berdosa tanpa menyepelekan
dosa. Kristus membuat "perdamaian oleh darahNya, yang tertumpah di kayu
salib" (Kolose1:20).
6. SEBUAH WAHYU TENTANG KEHIDUPAN YESUS UNTUK MENYELAMATKAN KITA
Apa yang Yesus "setiap hari lakukan di kaabah dalam surga?
"Karena itu Iapun sanggup untuk menyelamatkan secara sempurna semua orang
yang datang kepada Allah melalui Dia, karena DIA SELALU HIDUP UNTUK MENJADI
PENGANTARA bagi mereka." Ibrani 7:25. Yesus sekarang "hidup"
untuk memberikan darahNya, pengorbananNya, mewakili kita. Dia sekarang bekerja
keras untuk menyelamatkan setiap orang dari tragedi dosa. Beberapa orang secara
salah menilai bahwa, sebagai perantara kita, Yesus di Surga memohon kepada Allah
yang enggan memaafkan kita untuk mengampuni kita. Pada kenyataannya, Allah-lah
yang secara senang menerima pengorbanan AnakNya yang mewakili kita. Sebagai
Imam Besar kita di Surga, Kristus juga memohon dengan kemanusiaanNya. Dia berusaha
menolong orang yang acuh-tak-acuh untuk melihat sekali lagi kepada anugerah,
untuk menolong orang yang berdosa yang berputus asa meraih kembali harapan dalam
kabar kesukaan, dan untuk menolong orang-orang percaya menemukan lebih banyak
kekayaan dari firman Allah dan lebih banyak kekuatan dari doa. Yesus membentuk
kehidupan kita sejalan dengan perintah-perintah Allah dan menolong kita membangun
karakter-karakter yang akan tetap teguh pada pencobaan waktu. Allah menyerahkan
hidupNya bagi setiap orang yang pernah hidup di dunia ini. Dan sekarang, sebagai
Imam Besar dan pengantara kita, "Dia selalu hidup" untuk menuntun
orang-orang menerima kematianNya bagi dosa mereka. Meskipun Dia mendamaikan
seluruh kejatuhan bumi ini kepada dirinya di atas kayu salib, Dia tetap tidak
dapat menyelamatkan kita kalau kita tidak menerima anugerahNya. Orang-orang
tidak akan hilang karena mereka adalah orang yang berdosa, tetapi karena mereka
menolak untuk menerima pengampunan yang Yesus tawarkan. Dosa menghancurkan hubungan
dekat Adam dan Hawa yang pernah dinikmati bersama dengan Allah. Tetapi Yesus,
sebagai Anak Domba Allah, mati untuk membebaskan semua manusia dari dosa dan
memperbaharui persahabatan yang hilang ini. Sudahkah anda menemukan Dia sebagai
Imam Besarmu, yang pernah hidup untuk menjaga hubungan yang dekat dan bersemangat
itu? Kematian Yesus adalah sesuatu yang sama sekali unik. Pelayanan surgawi
Kristus tidak dapat diperbandingkan. Hanyalah Kristus yang membawa Allah dekat
di samping kita. Hanya Kristus yang membuat semuanya mungkin agar Roh Allah
dapat berdiam di dalam hati kita. Dia mengosongkan diriNya dengan maksud agar
kita dapat dipenuhi. Dia berhak mendapatkan pengakuan yang sama dari kita. Marilah
kita menerima Dia sepenuhnya sebagai Juruselamat dan Penuntun hidup kita.
Hak Cipta_ 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053
Lembar Jawaban
|