Pelajaran Minggu Ini | Pelajaran Lampau | Para Penerjemah
SSCQ Pelajaran 4 Kwartal 3, 19—25 Juli 2008
Putra Allah Bersama Kita

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (1 Yoh. 1:1)


Sabat | Minggu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat


Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra



Sabat 19 July
Waktunya Dipanggil Keluar
PENDAHULUAN
Matt. 23:12

Saya amat mengingatnya. Hari itu hari Minggu dan saya bersama dengan sobat baikku. Selama dua bulan sebelumnya Allah telah memanggilku keluar dari kotaku dan membawaku ke suatu pasangan Kristen yang telah memberikan suatu pekerjaan, tempat tinggal, dan lingkungan yang membuatku melihat hidup dengan cara yang berbeda.
Saya bukanlah orang Kristen dan juta tidak dibesarkan dengan kepercayaan Kristen. Sepanjang yang ku tau, kehidupan adalah milikku sampai saya kelelahan. Saya melakukan apapun yang saya inginkan untuk mendapatkan kepuasan, tetapi tidak pernah benar-benar menemukannya. Jadi pada waktu saya memikirkannya telah melakukan semuanya dibawah langit, Allah memanggilku keluar.
Saya pindah ke rumah pasangan ini, dan bekerja—16 jam beberapa hari, diatas lututku yang menekan lantai kayu keras ke rumah baru. Kau tahu, Allah mesti meremukanku. Saya seperti kuda liar, dan keras kepala seperti keledai. Saya telah rusak secara fisik, dan saya menderita kesakitan yang sangat. Dan kemudian teman baikku mengatakan, “Kenapa kamu tidak meminta Yesus menyembuhkanmu?”
Malam itu, terbaring di tempat tidur, saya tidak akan pernah meminta Yesus melakukan hal itu jika Tuhan tidak meremukanku. Saya terlampau pintar dengan hal Yesus.
Tetapi saya memintanya, dan besok paginya saya terbebas dari rasa nyeri, secara filik. Saya mengatakan sebagian dari hal ini dengan kebetulan saja, tetapi saya juga cukup pintar untuk mencampakannya dan membiarkan Tuhan menyembuhkanku jika Dia akan menggunakanku dalam hidup ini. Sejak saat itu, Yesus lebih nyata kepada ku daripada semua hidupku sebelumnya. Di mimbar pak pendeta berbicara kepadaku, tetapi itu sebenarnya Tuhan, bukan pendeta. Dia mengingatkan hal-hal yang telah mencengkamku berpuluh tahun, yang telah memcanmpakan sampah dariku. Dia mengatakan hal-hal yang akan anda harapkan bila Raja alam semesta berbicara kepadamu. Saya tidak dapat menyangkalkny. Dia menjawab pertanyaan kehidupanku. Tidak ada mistis atau magik, tidak ada rasa takut atau gemetaran. Gantinya, Yesus datang kepadaku seperti ayah kepada putranya yang bangkrut.
Apakah Yesus bersama-sama kita dua ribu tahun lalu, dan apaka Dia disini saat ini? Jawabanya adalah Ya yang pasti! Buktinya ditemukan dengan memintaNya berbagi denganmu dan Dia mati untuk memberimu segalanya. Selagi anda mempelajari pelajaran ini, dengarkan tentang apa yang dikatakanNya kepadamu. Jangan sok pintar untuk hal-hal Yesus.

Kutipan: Saya seperti seekor Kuda Liar. . . . . .
Carlos Wiebe, Winnipeg, Manitoba, Canada






MInggu 20 Juli
Siapa Peduli?
BUKTI
Yohn 1:14

Saat sekarang kita tampaknya mempunyai banyak hal yang perlu disyukuri daripada generasi sebelum manapun. Jadi kenapa kita mendapatkan keputus asaan yang semakin dalam?
Menurut laporan U.S. Center for Disease Control tahun 2004, lebih dari 30 000 orang di negara itu bunuh diri tahun 2002. Tahun yang sama, lebih dari 130 000 orang dirumah sakitkan setelah mencoba membunuh diri. Penggunaan obat dan kehamilan remaja meningkat dengan laju yang gawat di negara Amerika Serikat.
Kenapa kita, yang mempunyai sedemikian banyaknya, mendapatkan diri kita kekurangan sedemikian banyaknya pengharapan? Dimana kita akan mendapatkan pengharpaan untuk masa sekarang dan masa depan?
Jawabannya adalah Yesus. Bila umat ciptaanNya tidak berbakti kepadaNya, Tidak tidak langsung mencampakan mereka, Dia menyelamatkan mereka, dan demikian juga kita, dari kematian kekal dengan menjadi salah satu kita dan mati kematian kedua perpisahan kekal dari Allah. Yesus yang sama juga ingin mendengarkan permasalahan kecil kita dalam hidup ini. Dia akan menghibur kita jika kita terluka oleh hubungan yang putus dengan orang yang spesial. Dia tahu bahwa kita kuatir akan kelulusan ujian akhir, mendapatkan pekerjaan, atau apakah bayi kita yang baru lahir sehat. Dalam Lukas 12:7 Dia mengatakan kepada kita bahwa Dia peduli dengan kita untuk tahu akan jumlah rambut di kepala kita. Dan bila kita putus asa dan membutuhkan sahabat, Yesus akan memberikan kita penghiburan dari kesusahan dunia (Mat. 11:28).
Mengetahui Yesus peduli kita akan membantu kita hidup lebih bahagia dan sejahtera. Menurut Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Amerika Serikat, orang yang secara teratur menghadiri pertemuan keagamaan mempunyai laju yang signifikan lebih rendah untuk kecanduan merokok, alkohol, konsumsi obat.* Dan dalam majalah National Geography edisi Nopember 2005 dikatakan bahwa orang Advent Hari ketujuh hidup lebih lama, lebih sehat daripada bukan orang Advnet. Hidup menurut prinsip Yesus akan memperkaya kehidupan anda di dunia ini dan juga di sorga, karena Dia peduli dengan kita.

REAKSI
Bagaimana kita dapat meyakinkan orang lain yang tidak seiman bahwa Yesus telah mati untuk semua orang?

* “Religious Involvement and Substance Use among Adults,” The National Survey on Drug Use and Health Report, March 23, 2007. Retrieved November 13, 2007 from (http://www.drugabusestatistics .samhsa.gov/2k7/religion/religion.cfm).

Kutipan: He didn’t just abandon them
Andrew Park, Winnipeg, Manitoba, Canada






Senin 21 Juli
Peniup Peluit, Nyatakan Perkataanmu!
LOGOS
Matt. 23:23; Yohn 1:29, 12, 40, 41; Mark 9:12

Keaslian dan Konsistensi (Matt. 23:23)

Peniup peluit adalah seseorang yang menarik perhatian sebelum mereka mengakibatkan kerusakan yang lebih besar. Yesus adalah peniup peluit pada waktu Dia mengekspos korupsi di kaabah dan diantara pemimpin agama. Injil menunjukkan keaslian Yesus dalam pengobatan kekecewaan terhadap lingkungan hipokrit. Sementara pemimpin agama mengatakan satu hal dan melakukan hal yang lain, Dia melakukan apa yang dikatakanNya, secara setia meletakkan perkataanNya dalam tindakan. Satu-satunya kepastian dengan hiporit adalah ketidak konsistenan. Mereka mengatakan satu hal sementara melakukan hal yang bertentangan. Penentangan tentang ke hipokritan mereka, Yesus mencatata komitmen orang Farisi terhadap perpuluhan. Walaupun begitu, Dia juga menyerukan konsistensi dan komitmen terhadap hal yang lebih penting seperti keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan (Mat. 23:23).
Dalam situasi ini, Yesus adalah agen pengharapan. Tetapi “orang Farisi mereka terlampau bijaksana untuk memerlukan instruksi, terlampau benar untuk membutuhkan keselamatan, terlampau mulia untuk membutuhkan kehormatan yang datangnya dari Kristus.”1 Jadi Yesus berpaling kepada nelayan, pelacur, dan pemungut cukai. Hidup mereka yang berobah adalah bukti mereka percaya Yesus seperti yang dinyatakanNya.

Pembagian Waktu dan Pendapat (Yohn 1:29; 7:12, 40, 41; Mark 9:12)

Dengan kelahiranNya Yesus membagi waktu. Dengan pernyataanNya, Dia membagi pendapat. Keluarga Yesus, Sahabat-sahabat, pengikut, dan pembenci semuanya mempunyai pendapat tentang Dia. Kemudian seperti sekarang, pendapat publik juga terbagi. Yoh. 7:12 mengidentifikasi Yesus sebagai “seorang yang baik” dan sebaliknya yang menentang sebagai penipu. Beberapa menyatakan Dia adalah nabi, yang lain sebagai Kristus, dan lain lagi mengatakan tidak keduanya (Yoh. 7:40,41).
Setiap orang yang bertemu dengan Yesus mesti menentukan validitas pekabaranNya dan respon mereka kepadaNya. Yohanes pembaptis dan Markus mengotentifikasi Yesus dengan merujuk kepada nubuatan kuno yang ditemukan di Yesaya 53 dan Mazmur 22, yang akan segera dipenuhi Yesus (Markus 9:12; Yoh. 1:29). Sedihnya, nubuatan penolakan masih berlangsung sampai saat ini.
Lukas, menulis dari saksi langsung, lebih peduli dengan prediksi yang terbaru daripada yang kuno, mengingatkan setelah kebangkitan apa yang telah dinubuatkan Yesus tentang pencobaanNya, kematian, dan kebangkitan (Lukas 9:22; 18:32, 33; 24:7). Lukas puas dengan Yesus yang menghidupkan apa yang dikatakanNya.
Paulus, pada awalnya merupakan saksi penting, menerima Yesus sebagai otentik, menyimpulkan Dia sekarang dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan karena dia menderita kematian, sehingga melalui kasih karunia Allah dia dapat merasakan kematian bagi semua orang” (Ibr. 2:9).
Setelah mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, Yesus bertanya kepada muridNya, “Tetapi bagaimana dengan kamu? . . . . . Siapa aku pendapatmu?” (Mat. 16:15). Para murid telah menjadi pendamping setianya selama setahun atau lebih dan telah melihat bukti-bukti keIllahiannya, jadi Petrus menjawab dengan penuh keyakinan, “Kamulah Kristus, Putra Allah yang hidup” (Mat. 16:16)
Tetapi bagaimana jika Yesus bertanya kepadamu? PertanyaanNya tidak bertanya siapa yang kamu kenal atau siapa kamu pikir tentang Yesus? Mengetahui dan memikirkan adalah fungsi kognitif dan secara menyeluruh adalah kejadian internal, tetapi mengatakan siapa Dia berarti mengkomunikasikan, membagikan pengetahuan itu dan pemikirannya kepada orang lain. Dengan perkataan dan tindakanmu, siapa menurutmu Yesus itu?
Ateis percaya tidak ada Allah. Orang Yahudi melihat Yesus sebagai seorang nasionalis Yahudi yang khotbahNya membuat orang Romawi marah, dan mereka setelah itu mengekskusiNya.2 Orang Islam melihat Yesus sebagai nabi.3 Para pencemooh mempertanyakan kesejarahaan kebangkitan Yesus dan melihat Dia hanya sebagai orang yang telah mati.4 Walaupun begitu, sedikit orang yang mempunyai kualifikasi untuk memberi komentar terhadap identitas Yesus seperti Dr. E.M. Blaiklock, mantan profesor klasik di Auckland University. Dia menulis, “Saya mengklaim sebagai ahli sejarah. Pendekatanku kepada klasik adalah sejarah. Dan saya katakan kepadamu bahwa bukti kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus lebih otentik daripada kebanyakan fakta sejarah kuno.”5
Apa yang dikatakan hidupmu tentang Yesus?

REAKSI
Kenapa lebih mudah mengatakan siapa Yesus dengan kata-kata daripada dengan tindakan?

1 The Desire of Ages, p. 279.
2 Katz, L. (2007). “Who was Jesus?” Retrieved April 11, 2007, from http://judaism.about.com/od/beliefs/a/jesus.htm.
3 Wolfe, M. (n.d.). “Jesus Through a Muslim Lens.” Retrieved April 11, 2007, from http://www.islamfortoday .com/wolfe2.htm.
4 Oser, S. (August 15, 1994) “Historicity of Jesus FAQ.” Retrieved April 11, 2007, from http://www.infidels .org/library/modern/scott_oser/hojfaq.html.
5 McDowell, J. (July 13, 2002). “Evidence for the Resurrection.” Retrieved April 11, 2007, from http://www .leaderu.com/everystudent/easter/articles/josh2.html.

Kutipan: Yesus adalah agen pengharapan

Darrin Parker, Burpengary, Queensland, Australia






Selasa 22 Juli
Siapa Yang Membuat Sepuluh Besar?
KESAKSIAN
Matt. 20:25–28

“Dalam penaksiran sorga, kebesaran karakter adalah dalam menghidupkan kesejahteraan sesama manusia, melakukan kasih dan belas kasih.”1
“Pada waktu Yesus memberi komentar tentan perempuan janda itu, pemberiannya jauh lebih besar dari pemberian semua, perkataanNya benar, bukan hanya karena motif, tetapi juga akibat dari pemberiannya. Dua duit seharga burung pipit telah membawa kepada perbendaharaan Allah jumlah uang yang jauh lebih besar dari pemberian orang kaya Yahudi. Pengaruh pemberian kecil tersebut seperti arus air, mulai dari yang kecil, tetapi melebar dan semakin dalam sepanjang masa.. . . . . Teladan pengorbanan diri telah bekerja dan membangkitkan beribu-ribu hati dalam setiap tempat dan usia.”2
“Teladan [Abraham], pengaruh sepi dari kehidupan harianya, merupakan pelajaran terus menerus . . . Dalam rumah tangganha tidak ada satupun peraturan untuk tuan dan pelayan, cara bangsawan untuk yang kaya dan yang lainnya untuk yang miskin. Semuanya diperlakukan sama adil dan kesabaran, sebagai pewaris bersama dalam kasih karunia hidup.”3
“Kristus telah meninggalkan kepada kita suatu teladan yang indah akan pengorbanan diri. Dia tidak menyenangkan dirinya sendiri, tetapi menghabiskan dirinya dalam pelayanan kepada orang lain. Dia membuat pengorbanan dalam setiap langkahnya, pengorbanan yang tidak ada satupun dari pengikutNya dapat lakukan, karena mereka tidak pernah menduduki posisi yang pernah didudukiNya sebelum datang ke dunia ini. Dia adalah panglima alam dan sorga semesta, tetapi datang ke sini untuk menderita sebagai orang berdosa. Dia kaya, tetapi demi kita Dia menjadi miskin, agar melalui kemiskinanNya kita dapat menjadi kaya. Karena Dia kasih kepada kita, Dia meletakan kemulianNya dan mengambil wujud pelayan. Dia memberikan hidupNya bagi kita. Apa yang kita berikan?”4

REAKSI
Jika anda meranking pengaruh dalam hidupmu, apakah Kristus akan berada pada sepuluh besar?

1 The Desire of Ages, pp. 613, 614.
2 Ibid., p. 616.
3 Reflecting Christ, p. 194.
4 Ibid., p. 232.

Kutipan: Apa yang kita berikan?

Jeannette Larson Anderson, Boring, Oregon, U.S.A.






Rabu 23 Juli
Bagaimana Mencari Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari
BAGAIMANA
Yohn 1:4, 5, 10–14

Dengan segala sesuatu yang terjadi di duni ini, adalah suatu mujizat bahwa beberapa pagi kita dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi hari itu. Itulah sebabnya penting bagi orang untuk mengenali bahwa walaupun Yesus kembali ke sorga, Dia tetap bersama dengan kita. Mengetahui ini membuat lebih mudah bagi kita untuk menghadapi setiap pagi dan menggunakan kesempatan untuk menghidupkannya.
Sayangnya, mengingat bahwa Yesus bersama dengan kita tidaklah selalu mudah. Pekerjaan, sekolah, keluarga, keuangan, dan tuntutan hidup lainnya, semuanya memainkan peranan dalam pikiran dan tubuh kita. Kita perlu mengambil nafas dan berhenti untuk fokus kepada hal-hal yang benar-benar penting. Sekali kita telah melaksanakannya, menghadapi stress bukan hanya lebih mudah tetapi mulai tidak menjadi masalah bila kita melihat terang kehidupan Yesus.
Untuk membantu anda mengingat kehadiran Kristus dalam kehidupan sehari, praktekan hal berikut:
1. Bangunkan hubungan yang kuat dengan Yesus. Semakin dekat anda kepadaNya, semakin mudah bagi anda untuk mengenal mujizad yang dibuatNya dalam hidupmu. Bermeditasi setiap hari akan FirmanNya dan berdoa sering akan membantumu memperat hubungamu denganNya (Maz 119:97, 105; Efe. 6:18).
2. Berharap mujizad kecil mempunyai pengaruh besar. Suatu telepon dari seorang teman atau suatu lagu favorit yang dimainkan di radio pada waktu yang tepat dapat menjadi tanda akan kehadiranNya sama seperti tanda yang besar (1 Raja 19:10-13).
3. Fokus pada hal-hal yang baik dalam hidup. Setiap hari kita dibombardir dengan tragedi dari koran pagi sampai berita malam, membuat mudah terlupa akan apa yang baik dalam hidup ini. Bahkan dalam kesulitanpun Tuhan menanamkan pengharapan. Janganlah lupa memelihara benih-benih seperti itu (Fil. 4:8).
Bila kita ingat mempraktekan ketiga hal tersebut, kegembiraan hidup menguasaimu. Kemarahan, kepahitan, dan kegundahan menjadi hilang, dan dalam tempatnya datanglah kebahagiaan, kegembiraan, dan kesukaan. Mengetahui ada tanda-tanda Yesus disekeliling ktia merupakan kesukaan terbesar yang dapat anda alami.

REAKSI
Kenapa sedemikian mudah bagi bahkan orang Kristen yang setia menganggap remeh akan apa yagn dilakukan Yesus dalam kehidupan mereka?

Kutipan: Bahkan dalam kesulitanpun Tuhan menanamkan pengharapan

Allison Wiebe, Winnipeg, Manitoba, Canada






Kamis 24 Juli
Suatu Pekabaran Bagi Yang Tuli dan Buta
PENDAPAT
John 1:10–14

Anak manusia berada di planet kita, seorang misionari bagi kita semuanya. Dia datang untuk mati di kayu Salib agar kita mempunyai hidup kekal. Banyak orang melihat Yesus di dunia. Mereka menjadi muridNya dan sahabatNya. Kita tahu Dia disini karena Alkitab mengatakan dalam Yohanes 1:10-14: “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.
“Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (ayat 14). Dia memanggil kita pulang kerumah bersama Dia, hanya jika kita percaya Dia adalah Putra Allah, juruselamat kita. Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Tetapi banyak pada zaman dahulu dan saat ini menyatakan ketulian dan kebutaan. Kita melihat dalam cara yang berbeda pada waktu kita melihat bukti Yesus adalah Putra Allah, karena, seperti dikatakan Jack Nicholson dalam film A Good Men, “Kamu tidak dapat melawan kebenaran”.
Sebagai Student Missionari ke Pohnpei, Mikronesia, saya mengalami perasaan asing berada di tempat baru. Tetapi tidak seperti Yesus, saya diberkati dengan wajah-wajah bersahabat dan tangan terbuka dari orang-orang seperti tuan rumahku. Saya adalah seorang guru, dan muridku dapat melihat saya disini, didepan mereka, berdiri di depan kelas, dan mengajar mereka matematika, IPA, membanca, dan tentang kasih Yesus kepada mereka. Pada waktu saya meninggalkan Pohnpei, mereka mengatakan kepada orang lain bahwa saya pernah di sana. Kebenaran saya pernah disana adalah suatu fakta, sama seperti Yesus pernah hadir di dunia ini, berkhotbah, dan mengajar dan mengundang kita untuk menerimaNya.

REAKSI
1. Bagaimana dengan fakta Yesus mati bagi kita di kayu salib membuat dia lebih nyata kepada kita hari ini?
2. Apa yang dalam anda lakukan dalam hidupmu untuk membuat Yesus bagi orang disekelilingmu?

Kutipan: “Kamu tidak dapat melawan kebenaran”.
Stephanie Yamniuk, Winnipeg, Manitoba, Canada






Jum’at 25 Juli
Pekerjaan Sedang Berjalan
EKSPLORASI
Yohn 1:1–18

SIMPULAN

Kebanyakan biografi sejarah ditulis untuk orang-orang terkenal setelah mereka mati. Dalam beberapah hal ini juga benar bagi Kristus bahwa Dia adalah figur Sejarah yang hidup dalam ruang dan waktu. Dalam pengertian lain, bagaimanapun, Biografi Kristus masih ditulis. Bagian terbaiknya adalah kita semua mempunyai peran dalam melanjutkan ceritanya. . . . dan kita tahu bagaimana akhir ceritanya.

PERTIMBANGKAN
• Gambarkan diagram beberapa cara orang memandang Kristus. Pastikan juga dimana kategori anda berada.
• Perhatikan semua berkat-berkatmu—besar dan kecil—untuk satu hari. Juga masukan reaksimu kepada berkat itu.
• Bandingkan berbagai pandangan tentang Kristus yang telah anda pegang pada berbagai waktu dalam hidupmu dan pantulkan apakah anda bahagia dengan pandanganmu itu pada waktu tertentu.
• Buat riset sejarah tentang kehidupan Yesus.
• Dengarkan berbagai lagu tentang Yesus dan identifikasi apa fokus lagi tersebut dan apa yang diabaikannya. Apa yang akan anda buang atau masukan jika anda akan menulis lagu tentang Dia, dan kenapa?
• Tuliskan biografi tentang Yesus menurut versimu dengan menanyai orang beberapa pertanyaan, “Siapa Yesus menurutmu?”
• Pantulkan tentang siapa Yesus menurutmu dan bagaimana tindakanmu memantulkan atau tidak memantulkannya.

HUBUNGKAN
Douglas Beyer, Basic Beliefs of Christians, chap. 4; C. S. Lewis, Mere Christianity, book 2, chap. 3; Max Lucado, Next Door Savior; Max Lucado, He Chose the Nails; Josh McDowell, Evidence that Demands a Verdict, chaps. 5–10.

Kaaryn Sanon, Randallstown, Maryland, U.S.A.




Para Penerjemah:
Daniel Saputra
 
Webmaster